Langsung ke konten utama

Risiko Menggunakan Behel Gigi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

behel-kawat-gigi-doktersehat
Photo Credit: pixabay

DokterSehat.Com– Dalam dunia medis, perawatan kawat gigi atau behel disebut juga ortodonti. Perawatan gigi ini dilakukan untuk mengoreksi barisan gigi yang tidak rata. Pemasangan behel tidak boleh dilakukan sembarangan. Prosedur ini harus dilakukan oleh dokter gigi yang kompeten. Behel gigi bukanlah perawatan yang sederhana. Diperlukan perhatian dan ketelatenan dari dokter yang merawat sekaligus pasien.

Namun, penggunaan behel gigi belakangan ini bukanlah untuk memperbaiki kondisi gigi tetapi lebih kepada tren. Dari sinilah kemudian banyak bermunculan ‘tukang gigi’ yang tidak memiliki kompetensi untuk melakukan prosedur pemasangan behel gigi.

Untuk melakukan pemasangan behel gigi, dokter akan memulainya dengan tanya jawab, pemeriksaan klinis atau pemeriksaan secara langsung sampai pemeriksaan dengan sinar-X. Berbeda halnya jika Anda melakukan pemasangan behel selain dengan dokter gigi.

Setiap Pengobatan Memiliki Risiko

Pada dasarnya, jika Anda melakukan pemasangan behel gigi di tempat yang benar maka risiko yang terjadi dengan gigi Anda akan semakin kecil. Meski begitu, penggunaan behel gigi juga memiliki risiko, diantaranya:

  1. Cedera

Karena behel gigi menutupi gigi Anda, maka benturan atau pukulan yang mengenai mulut dapat menggores bagian dalam bibir atau pipi. Sementara itu, bracket yang longgar atau rusak dapat menggores dan mengiritasi pipi, gusi, atau bibir. Ikuti saran dokter gigi mengenai kebiasaan makan yang baik atau kebiasaan lainnya untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya cedera.

  1. Penumpukan plak

Pemasangan behel gigi membuat adanya celah pada gigi, sehingga sisa-sisa makanan bisa masuk ke dalamnya. Sisa makanan yang tertinggal di sela gigi dapat membuat penumpukan plak yang banyak mengandung bakteri. Penumpukan plak pada gigi yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi.

  1. Pemendekan akar gigi

Saat Anda menggunakan kawat gigi, beberapa gigi akan bergerak ke arah tekanan kawat. Dalam jangka panjang, beberapa tulang gigi yang lama akan tergantikan oleh tulang baru, dan panjang akar gigi dapat berkurang secara permanen yang pada akhirnya menyebabkan gigi mudah goyang.

  1. Rasa nyeri

Rasa nyeri yang dialami setiap individu bervariasi. Secara umum, gigi mungkin akan terasa sedikit sakit, sedikit longgar, dan kurang memiliki tenaga untuk menggigit pada beberapa hari pertama. Bagian dari behel dapat menggesek bibir, pipi, atau lidah sehingga menyebabkan nyeri. Terkadang, ada orang yang mengalami sariawan. Selain itu, Anda mungkin juga akan mengalami peningkatan air liur dan sedikit kesulitan untuk berbicara.

Nah, itulah beberapa risiko yang bisa dihadapi jika Anda menggunakan behel gigi. Lalu, bagaimana jika seseorang melakukan pemasangan behel tidak pada dokter ahli? Berikut ini adalah sejumlah risiko yang mengancam, seperti:

  • Infeksi gusi. Infeksi pada gusi bisa menjalar sampai ke jaringan di bawahnya, yaitu tulang pendukung gigi, pembengkakan, bau mulut, gigi berlubang, dan luka pada jaringan sekitar. Pada beberapa kasus, apabila kerusakan yang ditimbulkan cukup parah, maka infeksi tidak hanya dapat mengganggu kesehatan rongga mulut tetapi bisa menyebar ke tubuh dan organ vital lainnya.
  • Gigi goyang. Umumnya, gigi goyang pada orang dewasa disebabkan oleh periodontitis. Periodontitis adalah radang gusi yang disebabkan oleh infeksi. Peradangan ini menyebabkan kerusakan pada jaringan halus dan tulang yang menyokong gigi Anda pada tempatnya.

Saat sudah terjadi kerusakan gigi, hal ini tentunya akan membutuhkan perawatan khusus. Semakin kompleks perawatan yang diperlukan untuk mengatasi kerusakan, maka akan semakin besar biaya yang diperlukan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara memasang ekstensi di kiwi browser android

Kiwi Browser adalah browser web berbasis Chromium yang dirancang untuk Android dan terkenal karena fitur ekstensi Chrome yang dapat diinstal.  Berikut adalah cara memasang ekstensi di Kiwi Browser: 1.Unduh Kiwi Browser: Pastikan Anda sudah mengunduh dan menginstal Kiwi Browser dari Google Play Store. 2.Buka Browser: Buka Kiwi Browser di perangkat Android Anda. 3.Buka Menu Pengaturan: Pada tampilan utama browser, ketuk ikon titik tiga di kanan atas untuk membuka menu. Pilih "Ekstensi": Gulir ke bawah dan temukan opsi "Ekstensi" di dalam menu pengaturan. Ketuk pada opsi ini. 4.Aktifkan Mode Pengembang: Pastikan "Mode Pengembang" diaktifkan. Jika belum aktif, Anda perlu mengaktifkannya untuk dapat memasang ekstensi pihak ketiga. Pilih "Dapatkan Ekstensi": Setelah mengaktifkan mode pengembang, pilih opsi "Dapatkan Ekstensi." 5.Temukan Ekstensi yang Diinginkan: Anda akan diarahkan ke toko ekstensi Chrome. Cari ekstensi yang ingin Anda pasang...

Penghasil cuan gratisan terbukti membayar hanya dengan klik iklan di Website VIEFAUCET

  1. Buka situs web Viefaucet melalui browser Anda . 2.Daftar Akun: Cari opsi seperti "Register," "Sign Up," atau "Create Account" dan klik untuk memulai proses pendaftaran. 3.Isi Formulir Pendaftaran: Isi formulir pendaftaran dengan informasi yang diminta, seperti alamat email dan kata san wedi. Beberapa faucet mungkin memerlukan verifikasi captcha atau solusi anti-bot lainnya. 4.Verifikasi Email (Jika Diperlukan): Beberapa faucet mengharuskan Anda untuk memverifikasi alamat email Anda. Pastikan untuk memeriksa email yang Anda gunakan untuk pendaftaran dan ikuti petunjuk verifikasi yang diberikan. 5.Masuk ke Akun: Setelah mendaftar dan memverifikasi, masuk ke akun Anda dengan menggunakan alamat email dan kata sandi yang telah Anda daftarkan. 6.Tambahkan Alamat Dompet Crypto: Biasanya, faucet meminta Anda untuk menambahkan alamat dompet crypto Anda. Ini diperlukan agar faucet dapat mengirimkan pembayaran crypto kepada Anda. 7.Mulai Mengumpulkan Crypto: Se...

Menghilangkan iklan pengganggu yang muncul di hp

  Iklan yang ada di hp terkadang sangat mengganggu layar, apalagi iklan yang berantakan. Sering kali membuat kesal. Ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk menghilangkan iklan yang mengganggu di ponsel Android Anda: 1.Gunakan Aplikasi Pemblokir Iklan: Instal aplikasi pihak ketiga yang dirancang khusus untuk memblokir iklan. Beberapa aplikasi populer termasuk Blokada, AdGuard, atau AdAway. Pastikan untuk mengunduh aplikasi dari sumber yang tepercaya seperti Google Play Store atau situs resmi. 2.Perbarui Aplikasi dan Sistem Operasi: Pastikan sistem operasi Android dan semua aplikasi yang Anda gunakan diperbarui ke versi terbaru. Pembaruan sering kali mencakup perbaikan keamanan dan fungsionalitas yang dapat membantu mengurangi iklan yang tidak diinginkan. 3.Atur Pengaturan Privasi di Aplikasi: Beberapa aplikasi memiliki pengaturan privasi yang memungkinkan Anda untuk menyesuaikan preferensi iklan. Coba periksa pengaturan privasi di aplikasi-aplikasi tertentu dan sesuaikan sesuai ...