Langsung ke konten utama

Pembalut atau Tampo, Mana yang Lebih Berbahaya?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

tampon-adalah-doktersehat
Photo Credit : pexels.com

Pada saat siklus alami bulanan (menstruasi) Anda datang, tentunya Anda akan sangat membutuhkan alat yang membantu untuk menyerap darah haid agar tidak tercecer kemana-mana. Alat tersebut berupa pembalut maupun tampon. Kedua alat tersebut mempunyai fungsi yang sama meski bentuk, jenis, dan cara pemakaiannya berbeda.

Photo Credit : pexels.com

Di Indonesia, tampon jarang sekali dipilih serta kalah populer dibandingkan dengan pembalut. Ternyata ada faktor yang menyebabkan mengapa tampon jarang sekali digunakan. Faktor tersebut adalah munculnya stigma ‘keperawanan’ dari para gadis. Mereka berpikir bahwa dengan menggunakan tampon, akan hilang keperawanan karena cara pemakaianya yang dimasukkan ke dalam vagina.

Namun, bagi Anda yang masih bingung memilih antara pembalut atau tampon yang nyaman digunakan saat menstruasi, Anda bisa simak penjelasannya berikut ini:

Pembalut

Pembalut merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menyerap darah saat menstruasi. Pembalut terbuat dari bantalan kapas dan kain berbentuk persegi panjang sehingga dapat menyerap cairan. Cara pemakaian pembalut hanya cukup direkatkan pada celana dalam saja. Pada jenis pembalut sendiri dibagi menjadi dua yakni pembalut bersayap atau ada tambahan kain di sisi-sisinya yang berguna untuk dilipat di sisi celana dalam agar pembalut tidak bergeser sehingga tidak jadi kebocoran.

Tampon

Tampon memiliki fungsi yang sama dengan pembalut, namun memiliki bentuk dan cara pemakaian yang berbeda. Tampon terbuat dari bantalan kapas lembut sama dengan pembalut, bedanya jika pembalut berbentuk persegi panjang, tampon justru berbentuk silinder. Cara pemakaian tampon cukup unik, yakni dimasukkan ke dalam vagina. Hal inilah yang membuat sebagian wanita merasa enggan menggunakan tampon.

Lalu, apakah keduanya memiliki efek berbahaya? Jika iya, lebih bahaya mana antara pembalut atau tampon?

Pembalut mengandung parfum yang akan membahayakan area vagina, karena seperti yang Anda tahu jika Vagina sensitif terhadap bau kimia sehingga dapat menyebabkan iritasi. Selain itu, saat menggunakan pembalut Anda harus selalu memperhatikan waktu untuk menggantinya. Umumnya, waktu yang baik untuk mengganti pembalut adalah 2-4 jam. Karena jika Anda mengganti pembalut lebih dari 4 jam, maka Anda akan mengalami masalah pada vagina Anda. Peermukaan pembalut yang basah akan meyebabkan vagina lembab serta munculnya bakteri yang dapat mengakibatkan inveksi pada vagina.

Sama halnya dengan tampon jika dipakai berjam-jam tanpa diganti akan memiliki efek membahayakan bagi kesehatan. Masalah yang akan mengintai Anda adalah timbulnya penyakit Toxic shock syndrome (TSS) yakni sebuah penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri. Tampon tidak hanya menyerap darah haid saja melainkan cairan alami yang dibutuhkan oleh vagina. Jika darah haid yang keluar hanya sedikit, maka yang di serap oleh tampon adalah cairan alami tersebut.

Hal tersebut dapat menyebabkan tumbuhnya berbagai bakteri termasuk bakteri penyebab TTS. Dan yang paling membahayakan lagi jika menggunakan tampon terlalu lama adalah, tertinggalnya tampon di dalam vagina yang disebabkan oleh benang penarik yang terputus dari bagian tampon utama.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara memasang ekstensi di kiwi browser android

Kiwi Browser adalah browser web berbasis Chromium yang dirancang untuk Android dan terkenal karena fitur ekstensi Chrome yang dapat diinstal.  Berikut adalah cara memasang ekstensi di Kiwi Browser: 1.Unduh Kiwi Browser: Pastikan Anda sudah mengunduh dan menginstal Kiwi Browser dari Google Play Store. 2.Buka Browser: Buka Kiwi Browser di perangkat Android Anda. 3.Buka Menu Pengaturan: Pada tampilan utama browser, ketuk ikon titik tiga di kanan atas untuk membuka menu. Pilih "Ekstensi": Gulir ke bawah dan temukan opsi "Ekstensi" di dalam menu pengaturan. Ketuk pada opsi ini. 4.Aktifkan Mode Pengembang: Pastikan "Mode Pengembang" diaktifkan. Jika belum aktif, Anda perlu mengaktifkannya untuk dapat memasang ekstensi pihak ketiga. Pilih "Dapatkan Ekstensi": Setelah mengaktifkan mode pengembang, pilih opsi "Dapatkan Ekstensi." 5.Temukan Ekstensi yang Diinginkan: Anda akan diarahkan ke toko ekstensi Chrome. Cari ekstensi yang ingin Anda pasang...

Penghasil cuan gratisan terbukti membayar hanya dengan klik iklan di Website VIEFAUCET

  1. Buka situs web Viefaucet melalui browser Anda . 2.Daftar Akun: Cari opsi seperti "Register," "Sign Up," atau "Create Account" dan klik untuk memulai proses pendaftaran. 3.Isi Formulir Pendaftaran: Isi formulir pendaftaran dengan informasi yang diminta, seperti alamat email dan kata san wedi. Beberapa faucet mungkin memerlukan verifikasi captcha atau solusi anti-bot lainnya. 4.Verifikasi Email (Jika Diperlukan): Beberapa faucet mengharuskan Anda untuk memverifikasi alamat email Anda. Pastikan untuk memeriksa email yang Anda gunakan untuk pendaftaran dan ikuti petunjuk verifikasi yang diberikan. 5.Masuk ke Akun: Setelah mendaftar dan memverifikasi, masuk ke akun Anda dengan menggunakan alamat email dan kata sandi yang telah Anda daftarkan. 6.Tambahkan Alamat Dompet Crypto: Biasanya, faucet meminta Anda untuk menambahkan alamat dompet crypto Anda. Ini diperlukan agar faucet dapat mengirimkan pembayaran crypto kepada Anda. 7.Mulai Mengumpulkan Crypto: Se...

Menghilangkan iklan pengganggu yang muncul di hp

  Iklan yang ada di hp terkadang sangat mengganggu layar, apalagi iklan yang berantakan. Sering kali membuat kesal. Ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk menghilangkan iklan yang mengganggu di ponsel Android Anda: 1.Gunakan Aplikasi Pemblokir Iklan: Instal aplikasi pihak ketiga yang dirancang khusus untuk memblokir iklan. Beberapa aplikasi populer termasuk Blokada, AdGuard, atau AdAway. Pastikan untuk mengunduh aplikasi dari sumber yang tepercaya seperti Google Play Store atau situs resmi. 2.Perbarui Aplikasi dan Sistem Operasi: Pastikan sistem operasi Android dan semua aplikasi yang Anda gunakan diperbarui ke versi terbaru. Pembaruan sering kali mencakup perbaikan keamanan dan fungsionalitas yang dapat membantu mengurangi iklan yang tidak diinginkan. 3.Atur Pengaturan Privasi di Aplikasi: Beberapa aplikasi memiliki pengaturan privasi yang memungkinkan Anda untuk menyesuaikan preferensi iklan. Coba periksa pengaturan privasi di aplikasi-aplikasi tertentu dan sesuaikan sesuai ...