Langsung ke konten utama

Kenapa Generasi Milenial Rentan Alami Rambut Rontok?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Photo Credit : www.pexels.com

DokterSehat.Com– Rambut rontok memang menjadi salah satu momok bagi semua orang. Bagaimana tidak, rambut adalah salah satu faktor penting dalam penunjang penampilan. Maka, tak heran jika semua orang melakukan caranya sendiri untuk merawat rambut agar terhindar dari rontoknya rambut yang mengakibatkan kebotakan.

Tapi tahukah Anda, ternyata rambut rontok adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dari generasi milenial. Ya, menurut penelitian yang dilakukan oleh Baylor College of Medicine Texas mengatakan jika generasi saat ini (remaja usia 20 tahun) sangat rentan mengalami kerontokan bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Setidaknya ada 4.000 generasi milenial digunakan sebagai riset penelitian tersebut. Hasilnya cukup mengkhawatirkan, yakni lebih dari 60 persen anak muda itu mengalami kerontokan, bahkan  sebagian dari mereka mengalami kebotakan.

Dari penelitian tersebut, muncul sebuah hasil yang membenarkan jika generasi milenial memang generasi yang rentan dengan kerontokan rambut. Hal tersebut dikarenakan oleh gaya hidup yang tidak baik, seperti aktivitas yang terlalu padat, tingkat depresi tinggi, pola makan buruk, atau menjalani program diet yang tidak benar.

Di sisi lain, pakar kesehatan mengatakan, jika kerontokan bisa disebabkan karena kekurangan protein, zat besi, nutrisi, serta vitamin D. Seluruh nutrisi tersebut merupakan nutrisi yang susah didapatkan oleh generasi milenial saat ini karena gaya hidup yang kurang baik.

Selain itu, rasa cemas juga berpotensi menyebabkan kerontokan pada rambut. Maka alangkah baiknya hilangkan rasa cemas pada pikiran dengan cara yang sehat, misalnya yoga, meditasi, atau istirahat. Yang terakhir, kebiasaan generasi milenial untuk mewarnai rambut mereka juga sebagai salah satu faktor kerontokan. Sebab, semakin sering mewarnai rambut, maka rambut akan menjadi kering dan akhirnya mati.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara memasang ekstensi di kiwi browser android

Kiwi Browser adalah browser web berbasis Chromium yang dirancang untuk Android dan terkenal karena fitur ekstensi Chrome yang dapat diinstal.  Berikut adalah cara memasang ekstensi di Kiwi Browser: 1.Unduh Kiwi Browser: Pastikan Anda sudah mengunduh dan menginstal Kiwi Browser dari Google Play Store. 2.Buka Browser: Buka Kiwi Browser di perangkat Android Anda. 3.Buka Menu Pengaturan: Pada tampilan utama browser, ketuk ikon titik tiga di kanan atas untuk membuka menu. Pilih "Ekstensi": Gulir ke bawah dan temukan opsi "Ekstensi" di dalam menu pengaturan. Ketuk pada opsi ini. 4.Aktifkan Mode Pengembang: Pastikan "Mode Pengembang" diaktifkan. Jika belum aktif, Anda perlu mengaktifkannya untuk dapat memasang ekstensi pihak ketiga. Pilih "Dapatkan Ekstensi": Setelah mengaktifkan mode pengembang, pilih opsi "Dapatkan Ekstensi." 5.Temukan Ekstensi yang Diinginkan: Anda akan diarahkan ke toko ekstensi Chrome. Cari ekstensi yang ingin Anda pasang...

Menghilangkan iklan pengganggu yang muncul di hp

  Iklan yang ada di hp terkadang sangat mengganggu layar, apalagi iklan yang berantakan. Sering kali membuat kesal. Ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk menghilangkan iklan yang mengganggu di ponsel Android Anda: 1.Gunakan Aplikasi Pemblokir Iklan: Instal aplikasi pihak ketiga yang dirancang khusus untuk memblokir iklan. Beberapa aplikasi populer termasuk Blokada, AdGuard, atau AdAway. Pastikan untuk mengunduh aplikasi dari sumber yang tepercaya seperti Google Play Store atau situs resmi. 2.Perbarui Aplikasi dan Sistem Operasi: Pastikan sistem operasi Android dan semua aplikasi yang Anda gunakan diperbarui ke versi terbaru. Pembaruan sering kali mencakup perbaikan keamanan dan fungsionalitas yang dapat membantu mengurangi iklan yang tidak diinginkan. 3.Atur Pengaturan Privasi di Aplikasi: Beberapa aplikasi memiliki pengaturan privasi yang memungkinkan Anda untuk menyesuaikan preferensi iklan. Coba periksa pengaturan privasi di aplikasi-aplikasi tertentu dan sesuaikan sesuai ...

Pilih Mana: Popok Kain Atau Popok Sekali Pakai?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Salah satu kebutuhan bayi yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah popok. Setiap orang tua selalu memberikan yang terbaik bagi anaknya, termasuk urusan popok. Popok dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu popok sekali pakai dan popok kain. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, Anda bisa memilih mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Popok kain Saat ini popok kain tersedia dari berbagai jenis bahan seperti bahan katun, flanel, poliester, dan banyak lagi. Model popok kain pun kian beragam, ada juga yang menggunakan perekat atau kancing dan berbentuk seperti celana. Salah satu kekurangan popok kain adalah dalam sehari Anda akan membutuhkan popok kain sebanyak 15-20 popok kain, apalagi untuk bayi baru lahir. Perlu diingat bahwa popok kain harus sering diganti, butuh waktu untuk dicuci dan dikeringkan. Hal ini berarti Anda perlu menyediakan stok popok kain yang banyak untuk kebu...