Langsung ke konten utama

Kenali Gangguan Telinga yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Infeksi telinga adalah penyakit yang bisa diderita siapa saja, namun beberapa penyakit telinga cenderung menyerang balita dan anak-anak dibanding orang dewasa. Salah satu infeksi telinga yang sering terjadi pada anak-anak adalah otitis media akut, yaitu infeksi pada telinga bagian tengah yang mengalami proses peradangan, infeksi serta sumbatan cairan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak berusia 6-15 bulan memiliki risiko terkena infeksi telinga. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, selain karena daya tahan tubuh anak masih lemah, anak juga memiliki ukuran dan bentuk tuba eustachius yang berbeda, atau bentuk tuba eustachius yang belum sempurna.

Tuba eustachius adalah saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah dengan nasofaring, yaitu daerah di belakang hidung. Saluran ini berfungsi untuk menjaga agar tekanan udara dalam telinga tengah selalu sama dengan tekanan udara luar, melindungi telinga tengah dari tekanan suara dan menghlangi masuknya cairan dari naso faring ke telinga tengah dan mengalirkan hasil cairan telinga tengah ke nasofaring.

Sebagian besar infeksi telinga otitis media akut diawali oleh indeksi saluran pernapasan atas (ISPA) atau alergi sehingga terjadi pembengkakan pada dinding saluran napas atas termasuk tuba eustachius. Tuba eustachius menjadi sempit sehingga terjadi sumbatan tekanan negatif pada telinga tengah. Hal ini dapat menyebabkan peradangan dan terbentuknya cairan dalam telinga tengah. Jika peradangan parah dapat terbentuk nanah hingga mengakibatkan congek. Pendengaran akan terganggu karena gendang telinga dan tulang pendengaran tidak dapat bergerak bebas terhadap getaran. Jika cairan terlalu banyak akan dapat merobek gendang telinga akibat tekanan yang tinggi.

Otitis media akut pada anak dapat ditandari dengan sakit pada telinga, demam, lemas, dam sedikit gangguan pendengaran. Biasanya diiringi dengan flu atau pilek. Sedangkan otitis media akut pada bayi lebih sulit dikenali, namun tanda yang sering terlihat adalah anak sering menarik atau menyentuh telinga, rewel atau sulit tidur pada malam hari, malas menyusu, batuk, pilek, dan tidak merespon suara yang lembut. Salah satu kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko bayi mengalami otitis media akut adalah seringnya menyusu dengan botol terutama dalam posisi berbaring.

Jika anak Anda mengalami otitis media, segera periksakan ke dokter agar dapat segera ditangani. Dokter akan melakukan pemeriksaan tehadap gejala infeksi telinga pada anak dengan menggunakan otoskop. Beberapa otitis media yang disebabkan oleh bakteri akan ditangani dengan antibiotik, namun jika disebabkan oleh virus, penanganannnya akan berbeda.

Jika anak tidak membutuhkan antibiotik, umumnya dokter akan memberikan obat peneyda nyeri. Namun jika diperlukan dan gendang telinga tidak terganggu, dokter akan memberikan pereda nyeri tetes.

Selain penanganan dengan obat, Anda juga bisa meredakan infeksi telinga dengan melakukan kompres hangat pada telinga bayi selama 10-15 menit. Beri anak minum air putih yang banyak untuk membantu drainase cairan yang berada di tuba eustachius. Saat bayi tidur, angkat kepalanya menggunakan bantal untuk membantu drainase sinus.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara memasang ekstensi di kiwi browser android

Kiwi Browser adalah browser web berbasis Chromium yang dirancang untuk Android dan terkenal karena fitur ekstensi Chrome yang dapat diinstal.  Berikut adalah cara memasang ekstensi di Kiwi Browser: 1.Unduh Kiwi Browser: Pastikan Anda sudah mengunduh dan menginstal Kiwi Browser dari Google Play Store. 2.Buka Browser: Buka Kiwi Browser di perangkat Android Anda. 3.Buka Menu Pengaturan: Pada tampilan utama browser, ketuk ikon titik tiga di kanan atas untuk membuka menu. Pilih "Ekstensi": Gulir ke bawah dan temukan opsi "Ekstensi" di dalam menu pengaturan. Ketuk pada opsi ini. 4.Aktifkan Mode Pengembang: Pastikan "Mode Pengembang" diaktifkan. Jika belum aktif, Anda perlu mengaktifkannya untuk dapat memasang ekstensi pihak ketiga. Pilih "Dapatkan Ekstensi": Setelah mengaktifkan mode pengembang, pilih opsi "Dapatkan Ekstensi." 5.Temukan Ekstensi yang Diinginkan: Anda akan diarahkan ke toko ekstensi Chrome. Cari ekstensi yang ingin Anda pasang...

Penghasil cuan gratisan terbukti membayar hanya dengan klik iklan di Website VIEFAUCET

  1. Buka situs web Viefaucet melalui browser Anda . 2.Daftar Akun: Cari opsi seperti "Register," "Sign Up," atau "Create Account" dan klik untuk memulai proses pendaftaran. 3.Isi Formulir Pendaftaran: Isi formulir pendaftaran dengan informasi yang diminta, seperti alamat email dan kata san wedi. Beberapa faucet mungkin memerlukan verifikasi captcha atau solusi anti-bot lainnya. 4.Verifikasi Email (Jika Diperlukan): Beberapa faucet mengharuskan Anda untuk memverifikasi alamat email Anda. Pastikan untuk memeriksa email yang Anda gunakan untuk pendaftaran dan ikuti petunjuk verifikasi yang diberikan. 5.Masuk ke Akun: Setelah mendaftar dan memverifikasi, masuk ke akun Anda dengan menggunakan alamat email dan kata sandi yang telah Anda daftarkan. 6.Tambahkan Alamat Dompet Crypto: Biasanya, faucet meminta Anda untuk menambahkan alamat dompet crypto Anda. Ini diperlukan agar faucet dapat mengirimkan pembayaran crypto kepada Anda. 7.Mulai Mengumpulkan Crypto: Se...

Ini Lho Makanan yang Tidak Boleh Dipilih Saat Sarapan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Saat sarapan kita biasanya akan memilih makanan yang cenderung praktis. Hal ini karena sarapan adalah waktu makan saat pagi yang umumnya kita memiliki waktu yang terbatas karena akan melakukan aktivitas harian. Maka dari itu makanan yang dipilih untuk memenuhi kebutuhan awal harian adalah yang pembuatannya mudah dan cepat. Namun, sebenarnya dalam menentukan makanan untuk sarapan tidak hanya melihat dari sisi kepraktisannya saja. Ada makanan yang sebaiknya dihindari agar kita dapat merasakan manfaat dari sarapan dengan lebih maksimal. Makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang banyak mengandung minyak. Hal ini biasanya berasal dari makanan yang diolah dengan cara digoreng. Menggoreng memang biasanya kita anggap sebagai metode yang paling cepat dalam memasak. Namun asupan minyak yang berlebihan utamanya saat sarapan dapat membuat pencernaan menjadi berat dan metabolisme tubuh ...